KOLEKSI CATATAN KOTBAH

Sahabat Online Pendamping Persiapan Kotbah

BAGAIMANA MENGALAMI JANJI TUHAN

(Ulangan 8:1-10)

PENDAHULUAN

A. Ada dua tahap berkenaan dengan janji, yaitu:

  • Ketika menanti janji digenapi
  • Ketika menikmati janji yang digenapi

B. Dua tahap ini membutuhkan kondisi tertentu dari kita, yaitu:

  • Rendah hati(2)

“Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Bapamu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak.”

  • Berpegang pada perintah Tuhan (2)
  • Tahu sumber hidup è Firman Tuhan (3)

“Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN.”

C. Tuhan memberikan janji dan “menyiapkan” kita untuk dapat “siap” menerima janji itu (3 dan 7-9)

“Sebab TUHAN, Bapamu, membawa engkau masuk ke dalam negeri yang baik, suatu negeri dengan sungai, mata air dan danau, yang keluar dari lembah-lembah dan gunung-gunung;

8  suatu negeri dengan gandum dan jelainya, dengan pohon anggur, pohon ara dan pohon delimanya; suatu negeri dengan pohon zaitun dan madunya;

9  suatu negeri, di mana engkau akan makan roti dengan tidak usah berhemat, di mana engkau tidak akan kekurangan apapun; suatu negeri, yang batunya mengandung besi dan dari gunungnya akan kaugali tembaga”.

  • Ingat ada orang setia ketika menanti janji digenapi, namun ketika sudah menerima janji hidupnya mulai 180 derajat.
  • Tuhan tetap mengkondisikan dalam rangka menyiapkan kita, namun itu tetap bergantung pada kita : menolak apa yang sedang Tuhan siapkan, atau menerima persiapan Tuhan dan tetap hidup didalamnya.

D. Tujuan Utama penggenapan janji adalah hidup kita memuji Tuhan (10)

“Dan engkau akan makan dan akan kenyang, maka engkau akan memuji TUHAN, Bapamu, karena negeri yang baik yang diberikan-Nya kepadamu itu.”

PENUTUP

1. Jangan sia-siakan penantian kita akan janji Tuhan selama ini –> dengan sikap kita yang salah ketika kita dalam penantian.

2. Ketika kita sedang menanti-nantikan –> tekankan bahwa: Tuhan sedang persiapkan kita untuk siap menerima semuanya itu.

16/06/2009 - Posted by | OUTLINE KOTBAH | , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: