KOLEKSI CATATAN KOTBAH

Sahabat Online Pendamping Persiapan Kotbah

KEBAHAGIAAN YANG SEJATI

(Lukas 11:27, 2)

Ketika Yesus masih berbicara, berserulah seorang perempuan dari antara orang banyak dan berkata kepada-Nya: “Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau.”  Tetapi Ia berkata: “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Tuhan dan yang memeliharanya.”

Pendahuluan

  1. Tuhan Yesus dalam menimpali kadang kala mengkontra, menolak pendapat.
  2. Sebenarnya Tuhan Yesus itu mempertajam dan mengalihkan kepada pengertian yang sesungguhnya.

I. ARTI BERBAHAGIA

“Berbahagia”= makarios :

1. Memiliki suatu yang ilahi.

  • Ini sama dengan memiliki kerajaan Allah di dalam hatinya (Mat 5:2,11; Luk 17:21).
  • Hal ini menunjukkan keadaan orang percaya di dalam Kristus (Mat 5:3-11: “Berbahagialah orang….”

2. Sungguh-sungguh puas.

  • Berbahagia disini berbeda dengan Bahagia (happy), yang timbul karena memiliki keberhasilan atau keadaan yang menyenangkan.
  • Kata ini kurang tepat bila diterjemahkan berbahagia!!
  • Suatu keadaan yang permanen bukan karena pengaruh sesuatu tertentu.
  • Penyebabnya adalah Tuhan, bukan karena keadaan yang menyenangkan, melalui Kristus.
  • Jadi seorang yang diberkati adalah orang yang tinggal di dunia ini namun tidak bergantung pada dunia;

Mengapa? Karena kepuasannya berasal dari Tuhan dan bukan karena keadaan di dunia ini.

Penerapan :

  • Jangan salah dalam mencari kebahagiaan.
  • Kecenderungan manusia dalam mencari kebahagiaan hanya berdasarkan sudut pandangnya sendiri dan yang bukan hal rohani.
  • Standarnya  hal jasmani, bukan yang berhubungan dengan Firman.
  • Pengertian akan standar salah maka caranyapun akan salah.
  • Kita yang sudah percaya seharusnya berbahagia, karena sudah memiliki kerajaan Allah.

II. PENGARUH DARI BERBAHAGIA

Ada dua kata lain yang diterjemahkan “Diberkatilah”, yaitu Eulogeou dan Makarios.

Dan dari sini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa: berbahagia itu mempunyai pengaruh pada diri sendiri dan orang lain.

1. Membuat orang memuji Tuhan. (Kata Berbahagia yang dipakai untuk memuji)

Luk 1:68Terpujilah (Blessed, eulogetos 2128 = )Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya,”

Penerapan :

  • Orang yang “berbahagia” dia akan memberikan pujian yang layak kepada Tuhan.
  • Mereka akan mengkhususkan sesuatu untuk penggunaan hal rohani.
  • Bagi kita tidak ada alasan untuk tidak memuji Tuhan.

2. Menjadi kesaksian bagi orang lain (Keadaan berbahagia akan menjadi kesaksian)

Luk 1:48 “sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia (diberkati, Makarizo 3106= ),…”

Yak 5:11 Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia (diberkati, Makarizo 3106), yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.”

  • Ada dampaknya bagi orang lain. Orang yang “berbahagia” akan dilihat orang lain!!

Penerapan :

  • Mengapa kesaksian kita tidak efektif? Salah satu penyebabnya adalah kita tidak hidup dalam kebahagiaan yang seharusnya kita terima.
  • Pujian kita kepada Tuhan akan membawa dampak bagi orang lain.

III. CARA MENDAPATKAN KEBAHAGIAAN

Tuhan Yesus membawa pengertian berbahagia itu pada arti yang sesungguhnya dan lebih luas, yaitu semua orang dimungkinkan untuk memperoleh kebahagiaan yang sungguh-sungguh memuaskan.

  1. Percaya Tuhan Yesus.
  2. Bersedia menjadi saluran kebenaran (Luk 1:48 bandk. Ayat 38)
  • “Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”

Maria bersedia taat untuk mengandung Tuhan Yesus, walaupun dia belum menikah sehingga ini akan membawa resiko bagi dirinya (Bagi orang Yahudi, perzinahan akan mendapat hukuman dirajam batu).

  • Nama Maria tercantum dalam silsilah Tuhan Yesus.
  • Kesediaan untuk menjadi berkat itu akan membawa kita pada satu kebahagiaan.
  • KERAJAAN ALLAH yang telah kita terima, kita harus tekuni. (SEKARANG)
  • KEBAHAGIAAN menuntut ketekunan untuk mendapatkannya. (MENDATANG)

1. Bertekun (Yak 5:11).

2. Memiliki Hubungan pribadi dengan Tuhan (lihat 2.1)

Luk 1:68Terpujilah (Blessed, eulogetos 2128 = )Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya,”

  • Kata eulogetos ini menunjukkan tindakan Allah dan interferensi Allah dalam hidup manusia yang membawa manusia mempunyai hubungan pribadi dengan Tuhan sendiri.
  • Ini juga sekaligus merupakan cara untuk mendapatkan kepuasan hidup.

3. Mendengar dan memelihara Firman (Luk 11:28)

  • Kedewasaan rohani ditentukan dan menentukan bagaimana seseorang mendengar dan memelihara Firman.
  • Keseimbangan harus terjadi supaya menjadi pelaku firman yang terus bertumbuh (ingat: struktur dari angin topan!)
  • Ada hubungan yang erat antara mendengar dan memelihara!

1. Mendengar adalah langkah awal dari memelihara.

Memelihara adalah respon yang diambil setelah mendengar.

2. Dengan memelihara Firman kita akan dapat mendengar Firman selanjutnya.

Karena memelihara itu membuka selubung sehingga kita lebih peka untuk mendengar.

  • “Memelihara Firman” itu artinya : (dari pemakaian kata yang sama)

Menjaga supaya tetap hidup (Luk 2:8 “Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.”

  • Firman itu hidup (Yer 20:9, pengalaman nabi Yeremia tentang Firman Tuhan).

“Tetapi apabila aku berpikir: “Aku tidak mau mengingat Dia dan tidak mau mengucapkan firman lagi demi nama-Nya”, maka dalam hatiku ada sesuatu yang seperti api yang menyala-nyala, terkurung dalam tulang-tulangku; aku berlelah-lelah untuk menahannya, tetapi aku tidak sanggup.”

  • Cara memelihara Firman : (Yoh 12:25 25  Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.) Mencintai Logos dan mendapatkan rhema.

Yaitu dengan : membaca dan merenungkan, membuat hidup; menjadikan daging; menerapkan dalam kehidupan, meluruskan kebenaran Firman.

Penerapan :

  • Cara mendengar harus diubah.
  • Apa yang didengar harus diseleksi, bukan yang mengenakkan telinga kita, sesuai dengan kehendak kita. Ingat kondisi manusia akhir zaman! (2 Tim 3:4 : pilih ajaran dan puas telinga).

Kita harus mengantisipasi kebangunan Rohani! (Orang akan haus mendengarkan FT).

Hati-hati penyesatan yang akan membawa pengajaran yang membingungkan dan menyesatkan!

Hindari memfavoritkan hamba Tuhan yang enak karena penyampaiannya atau karunianya!

  • Jangan takut menyampaikan Renungan Firman!! Tapi tetap perlu hati-hati bagi si pengkotbah!

Ada dua konteks kebenaran : Konteks Kebenaran Etika dan konteks kebenaran yang mendasar (sesuai dengan konteks dari teksnya).

Hati yang tulus dan takut Tuhan yang menjadi kuncinya! Sehingga ada istilah mendingan “tidak tahu tapi berani” daripada “tahu tapi takut”. Tapi paling baik itu “tahu dan berani”

Tapi perlu kita tetap belajar! Apalagi jemaat itu kompleks latar belakangnya dan banyak orang akan merindukan mendengar Firman Tuhan bukan hanya kesaksian saja.

Penutup

1. Bahagia tidak dipengaruhi keadaan disekitarnya.

2. Kebahagiaan adalah hasil dari sikap yang benar terhadap Tuhan dan firmanNya

17/06/2009 - Posted by | OUTLINE KOTBAH | , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: