KOLEKSI CATATAN KOTBAH

Sahabat Online Pendamping Persiapan Kotbah

KASIH TUHAN MELALUI IBADAH

PENDAHULUAN

1. Di akhir zaman ada dua kemungkinan kemunduran dalam beribadah: Tidak lagi beribadah dan setia beribadah.
2. Tapi perlu diwaspadai bahwa saat ini –> Ada kecenderungan rutinitas dalam ibadah.
3. Orang tidak meninggalkan ibadah –> tapi mereka kehilangan pandangan atau kehangatan dari ibadah itu. Sehingga kita perlu mengerti perihal ibadah dengan benar dan lengkap.
4. Ibadah itu menyangkut: bagaimana kita hidup dan seremoni (datang untuk beribadah).

A. HAL YANG MEMAMPUKAN KITA –> MEMULAI BERIBADAH DENGAN SUNGGUH

1. Mengerti–>bahwa Ibadah itu Karunia Tuhan (Rm. 9:4)

“Sebab mereka adalah orang Israel, mereka telah diangkat menjadi anak, dan mereka telah menerima kemuliaan, dan perjanjian-perjanjian, dan hukum Taurat, dan ibadah, dan janji-janji.”

2. Mengerti –>keagungan Rahasia Kristus (1 Tim. 3:16)

“Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah (agama, iman, hidup kudus, ibadah kudus) kita: “Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Tuhan; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan.”

  • Hanya orang yang tahu kebenaran Kristuslah –> yang dapat melakukan ibadah.
  • Hubungan pribadi dengan Kristus membantu Pengenalan terhadap Pribadi Kristus.


B. YANG TERSEDIA DALAM IBADAH

1. Kuasa (2 Tim. 3:5)

“Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri (menolak) kekuatannya (dunamis=kuasa, mujizat). Jauhilah mereka itu!”

  • Tubuh beribadah, Hati harus juga beribadah –> maka kuasa ibadah akan kita peroleh.
  • Kuasa untuk mengubah kualitas hidup –> hati & karakter. Berikan diri untuk diubahkan.

2. Janji (1 Tim. 4:8)–> Jaminan kebaikan Tuhan

“Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna (menolong, bernilai, menguntungkan, membuat fit) dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.”

3. Keuntungan besar (1 Tim. 6:6; cf. Ul. 16:6)

“Memang Ibadah(hidup kudus, iman sejati, hidup yg mengabdi) itu kalau disertai rasa cukup (puas dgn yg dimiliki), memberi keuntungan besar.”

C. SIKAP KITA DALAM HAL IBADAH

1. Melatih diri untuk beribadah (1 Tim. 4:7b)

“Latihlah (disiplin) dirimu beribadah.”

2. Mengejar ibadah (1 Tim. 6:11)

“Tetapi engkau hai manusia Tuhan, jauhilah semuanya itu, kejarlah (lakukan yang terbaik spy berkenan, arahkan diri) keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.”

PENUTUP

1. Ibadah itu bukan untuk Tuhan –> tapi untuk diri kita. Tanpa kita beribadah, Tuhan tetap Tuhan.
2. Ibadah membawa dan mengantar kita dapat mengalami yang baik dari Tuhan –> mulai di dunia ini.

20/06/2009 - Posted by | OUTLINE KOTBAH | , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: