KOLEKSI CATATAN KOTBAH

Sahabat Online Pendamping Persiapan Kotbah

KERENDAHAN HATI

Filipi 2:3

PENDAHULUAN

  1. Kerendahan hati adalah panggilan setiap orang percaya.
  2. Tuhan memiliki rencana dalam kehidupan setiap pribadi –>kecongkakan itu membunuh rencana Tuhan dalam hidup kita.

A. PENGERTIAN KATA RENDAH HATI

1) memiliki pandangan merendah atas diri sendiri

2) sebuah pemahaman yang mendalam atas kondisi diri

3) kerendahan dalam pikiran dan roh (Lowliness in mind, lowly in spirit)

Nb.:

# Kata rendah hati, lemah lembut, ramah, merendahkan diri –> berasal dari bahasa Yunani yang sama, taipenos.

# Arti Hurufiah: “Mengukur Gunung atau lembah” –>Ini berarti :”Melihat orang lain lebih tinggi dari diri sendiri”

  • Seorang pribadi atau yang perkataan dan tindakannya memiliki kesederhanaan dalam pandangannya.

B. KERENDAHAN HATI ITU BUKAN

1.  Kelemahan atau kekalahan –>Tapi dunia mungkin melihatnya demikian

2. Kurang Percaya Diri –> Kerendahan hati bukan untuk mencari perhatian atau kita menganggap kurang percaya diri

3. Kurang diperhatikan –>Karena mungkin orang yang rendah hati itu tidak diperhatikan oleh banyak orang atau kita mungkin menganggap orang yang rendah hati itu tidak penting.

Nb. kerendahan hati itu:

  • tidak membuat diri menjadi kecil dari kenyataan yang ada.
  • Ini adalah sebuah pemahaman atau penilaian yang benar atas diri sendiri dan Tuhan.
  • Dan betapa luar biasa hasil yang akan kita peroleh dengan kerendahan hati ini –> Ada banyak ayat yang menunjukkan manfaat kerendahan hati.

C. BELAJAR KERENDAHAN HATI dari TOKOH DALAM ALKITAB

1. TUHAN YESUS (Filipi 2 :3, 6-9)

“dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;”

“yang walaupun dalam rupa Tuhan, tidak menganggap kesetaraan dengan Tuhan itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Tuhan sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

But made himself of no reputation

  1. Tuhan Yesus yang adalah Tuhan –> tidak mempertahankan keTuhanan-Nya.
  2. Bahkan Dia mengosongkan diri-Nya –> shg tidak memiliki reputasi, yang sebelumnya Dia miliki.
  3. Intinya bukan kuasa atau kekuatan apa yang kita miliki, tetapi bagaimana kita menggunakannya.
  4. Kerendahan hati Tuhan Yesus –> menghasilkan peninggian diri dan reputasi yang lebih lagi.

–> Jangan menilai diri kita lebih atau berusaha mempertahankan nilai diri kita, sehingga kita tidak

mengalami peninggian dari Tuhan.

–> Utamakan orang lain, dibandingkan diri sendiri, meskipun kita harus menanggalkan hak kita.

–> Biarkan Tuhan yang membangun reputasi kita.

2. ABRAHAM (Kej. 12:2 bdk. 11:4)

Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat..

“Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi.”

  1. Abraham waktu itu sudah memiliki nama,  Abram, ketika masih tinggal di Ur-Kasdim.
  2. Tuhan memerintahkan dia untuk meninggalkan reputasi dan kemapanan yang telah dia buat / capai –> untuk beralih pada janji Tuhan.
  3. Abram waktu itu mempercayai Tuhan dan meninggalkan reputasinya dan membiarkan Tuhan untuk membangunnya bagi dia. –> inilah kerendahan Hati.

–>Ambil waktu sejenak dan renungkan: Seberapa kebesaran Tuhan dalam hidup kita? Apakah kita

mengkotakkan Dia dalam sebuah ide yang dibawah kemampuan diri kita?

–>Tuhan rindu untuk memberkati kita dengan luar biasa –> Hubungan kita dengan Tuhan akan

mengalir ke keluarga kita dan ke orang-orang yang ada disekitar pengaruh kita.

–>Panggilan kita akan bertumbuh ke arah Kristus dan kemudian mengalir ke orang lain, yang dapat kita

jangkau. Ketaatan Abraham masih menjangkau tuaian ribuan tahun kemudian. Hasil kerendahan hati

tidak pernah dibatasi oleh waktu.

–>Tuhan jarang memakai orang-orang istimewa untuk menggunakan kebesaran mereka. Tuhan

memakai orang-orang yang rendah hati dan membuat mereka besar oleh KuasaNya. Tujuannya: orang

lain melihat dan mengenal Tuhan. –> Kerendahan Hati adalah Kunci menuju TEROBOSAN!!

–>Kerendahan hati pada Tuhan lebih berguna daripada Talenta yang luar biasa! Biarkan Tuhan

menggunakan hidup kita bagi kemuliaan Nya.

3. MUSA (Bilangan 12:1-3)

  1. Musa yang menerima Hukum Taurat, pendahulu Tuhan Yesus.
  2. Dan Musa pemimpin –>
  • yang teguh,
  • Tidak takut menghadap Firaun dengan hidup sesuai perintah Tuhan.
  • Dia menemui banyak tantangan dan rintangan selama 40 tahun memimpin Israel dan mengembangkan umat menjadi Bangsa –> Pemimpin yang berhasil!
  1. Tetapi Ketika dia dikata-katai oleh Miryam dan Harun, kelemahlembutan dan kerendahan hati memenuhi hatinya Musa –> dia diam saja tidak membalas atau membenarkan diri.
  2. Hasilnya, Tuhan yang membela dia.

–> Kerendahan hati membuat kita  terhindar dari rasa inscure dengan munculnya orang lain, mungkin

yang lebih dari kita.

–> Pembelaan itu dari Tuhan, jangan membalas perbuatan orang lain yang merugikan atau menyakitkan.

–> Hiduplah dan bertindaklah dengan benar.

4. DAUD (2 Samuel 16:5,6, 9,10)

Ketika raja Daud telah sampai ke Bahurim, keluarlah dari sana seorang dari kaum keluarga Saul; ia bernama Simei bin Gera. Sambil mendekati raja, ia terus-menerus mengutuk. Daud dan semua pegawai raja Daud dilemparinya dengan batu, walaupun segenap tentara dan semua pahlawan berjalan di kiri kanannya.

Lalu berkatalah Abisai, anak Zeruya, kepada raja: “Mengapa anjing mati ini mengutuki tuanku raja? Izinkanlah aku menyeberang dan memenggal kepalanya.” Tetapi kata raja: “Apakah urusanku dengan kamu, hai anak-anak Zeruya? Biarlah ia mengutuk! Sebab apabila TUHAN berfirman kepadanya: Kutukilah Daud, siapakah yang akan bertanya: mengapa engkau berbuat demikian?”

  1. Daud memiliki kemampuan untuk membunuh Simei, namun dia tidak menggunakannya atau bisa saja dia mengijinkan Abisai untuk melakukan niatnya membela dia. –> dia tidak melakukannya.
  2. Bahkan dia sebaliknya –> dia membiarkan hal itu terjadi terus, karena dia memiliki kerendahan hati. –> tidak menggunakan haknya.
  3. Sehingga dia bersedia untuk diajar dan mau berubah. –> Inilah kerendahan Hati.

Ay. 11: Biarkanlah dia dan biarlah ia mengutuk, sebab TUHAN yang telah berfirman kepadanya demikian.

–> Berdebat itu sudah menjadi norma bagi banyak orang sepanjang masa … dunia tahu hal ini.

–> Kita harus senantiasa untuk terbuka atas koreksi dari Tuhan.

PENUTUP

  1. Tuhan hanya dapat mengerjakan banyak hal yang luar biasa dalam hidup orang yang rendah hati.
  2. Kerendahan hati adalah sarana Tuhan untuk menggenapkan rencana-Nya dalam hidup orang percaya.

29/06/2009 - Posted by | OUTLINE KOTBAH | , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: