KOLEKSI CATATAN KOTBAH

Sahabat Online Pendamping Persiapan Kotbah

KESEIMBANGAN

“Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.”

(1 Kor. 9:27)

PENDAHULUAN

  1. Rasul Paulus dalam pelayanan sangat berapi-api dan bahkan berani berkorban.
  2. Bahkan dia rindu untuk sampai Garis akhir dengan baik dan kondisi baik.

melatih dan menguasainya –> kualitas diri (Kt. Kerja Aktif-Present)

memberitakan Injil                  –> Pelayanan

ditolak                                           –> Kemungkinan Hasil (Kt. Kerja Aktif-Present)

A. KUALITAS DIRI dan PELAYANAN –>harus SEIMBANG

1. Si pelayan dan bagaimana cara hidupnya –> itu tidak dapat dipisahkan.

2. Karunia Roh dan Buah Roh –> harus seimbang.

a. Apa yang ada pada kita? –> bisa harta milik, hidup dan karunia.

  • § Pemberian semua ini       –> bila tanpa mempunyai kasih = sia-sia!

b. Tetapi buah Roh ialah:

  • § kasih, sukacita, damai sejahtera,                      –> Kualitas Hidup dengan Tuhan.
  • § kesabaran, kemurahan, kebaikan                     –> Kualitas Hidup dengan Orang lain.
  • § kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri –> Kualitas Hidup dengan Pelayanan.

3. Dengan keseimbangan maka akan membuat kita semakin dipakai untuk setiap pekerjaan yang mulia (2 Tim. 2:20,21)

“Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia. Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.”

a. Bagaimana hidup kita (sekarang) saat melayani Tuhan, itu :

–> mencerminkan kita ini sebagai perabot yang mana (“dari emas dan perak atau dari kayu dan tanah” ).

–> menentukan dipakai Tuhan terus atau tidak (“disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia”)

b. Jangan puas dengan sekedar melayani Tuhan –> tanpa memperhatikan bagaimana hidup kita.

  • § Akan ada waktu perhitungan tersendiri!

4. Dengan Keseimbangan maka (1Pet. 2:12)

Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Tuhan pada hari Ia melawat mereka.”

a. Berdampak pada orang yang dilayani –> mereka akan memuliakan Tuhan.

–> mereka akan menerima lawatan Tuhan.

  1. b. Salah satu Kunci keberhasilan dalam pelayanan –> Memiliki cara hidup (kualitas hidup) yang baik.
  • § Melayani dengan baik tidak salah, memang itu harus –> tapi jangan mengabaikan bagaimana kita hidup!

B. PELAYANAN TANPA KESEIMBANGAN

1. Tanpa Keseimbangan maka semua pelayanan itu tidak ada faedahnya / sia-sia bagi si pelayan (1 Kor. 13:3)

“Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.”

  • § Nilai kekalnya tidak ada –> buang waktu, tenaga, dan pikiran.

2. Bahkan akan Mengalami penolakan dari  :

a. Manusia –> yang dilayani–> tidak lagi mempercayai, menghormati, meneladani bahkan menolak (cf. Mat. 13:57).

b. Tuhan –> yang mengangkat dan memberikan pelayanan (1 Sam. 15:35)

“Sampai hari matinya Samuel tidak melihat Saul lagi, tetapi Samuel berdukacita karena Saul. Dan TUHAN menyesal, karena Ia menjadikan Saul raja atas Israel.”

  • § Tetap Melayani Tuhan –>belum tentu berkenan dihadapan Tuhan!
  • § Ada saatnya Tuhan akan menggantikan dengan orang lain!

C. BAGAIMANA CARA HARUS SEIMBANG?

1. Harus LAHIR BARU!                                                          –> Syarat Pelayan!

2. Melatih & Menguasai tubuh                                              –> Buah Roh –> Bertumbuh secara rohani.

3. Menjauhi hal yang jahat (dimata Tuhan dan Manusia) –> Dosa dan Kelemahan.

PENUTUP

1. Setiap orang percaya dipanggil untuk melayani, tapi melayani yang bagaimana itu yang harus diperhatikan.

2. Melayani itu bukan untuk satu waktu saja, melainkan seumur hidup kita. Hal ini perlu keseimbangan.

3. Ada upah yang menantikan kita kelak.

30/06/2009 - Posted by | OUTLINE KOTBAH | , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: