KOLEKSI CATATAN KOTBAH

Sahabat Online Pendamping Persiapan Kotbah

KUALITAS HUBUNGAN

“Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.”

(1 Kor 15:33)

PENDAHULUAN

1. Seringkali kita dilarang dan menghindari bergaul dengan orang yang mempunyai predikat atau kebiasaan yang buruk.

  • Hal ini tidak salah. Karena ada banyak ayat dalam Alkitab yang menyatakan hal ini.

2. Namun kita harus tahu mengenai pergaulan yang bagaimana dan apa yang dapat memperburuk kualitas kita.

A. ARTI BERGAUL ATAU PERGAULAN?

1. Definisi menurut Kamus BI :

  • Bergaul = hidup berteman dengan akrab.
  • b.  Jadi kata “Pergaulan” = hal hidup berteman; kehidupan bermasyarakat.

2. Definisi menurut asal kata

Pergaulan dari kata –> omilia = homilia, ÞYang mempunyai arti :

(1)  Komunikasi

(2)  Pershabatan = Meluangkan banyak waktu dengan orang lain terus menerus yang umumnya memiliki persamaan interes, Perasaan, dan Pikiran.

(3)  Hubungan erat

B. KUASA PERGAULAN

Dalam Pergaulan –> Jarang orang menyadari atau memperhatikan :

(1)Tujuan mereka Bergaul –>asal mereka senang (“diri sendiri”)

(2) Hasil atau akibat yang mungkin dia alami.

  • Kita tidak dianjurkan untuk tidak hidup dalam lingkungan dan masyarakat dimana kita berada. NAMUN Kita harus benar-benar menyadari adanya KUASA dari PERGAULAN kita.
  • Ada Akibat atau dampak yang mungkin dialami dari pergaulan, yaitu: Negatip dan Positip –> ini yang harus diperhatikan.

1. DAMPAK NEGATIP PERGAULAN

  • Kata “merusakkan”disini dapat juga berarti merugikan secara finansial dan membinasakan.
  • Jadi yang dapat berubah dalam pergaulan adalah “kebiasaan” = hqoj ethos (pandangan hidup), yang mempengaruhi dalam:

a. Nilai-nilai

b. Perkataan

c. Kualitas moral

d. Mental

e. Tujuan dan arti Hidup

2. DAMPAK POSITIP PERGAULAN (Vertikal)

a. Sarana Membuat orang dapat menerima Lawatan Tuhan (1 Pet. 2:12)

“Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Tuhan pada hari Ia melawat mereka.”

  • Jelas dengan keberadaan dan kualitas hidup kita ditengah-tengah orang lain sangat berdampak dalam sikap dan reaksi dalam hal rohani. Hal ini MENGINGAT STATUS KITA, yaitu:
  • PENGIKUT KRISTUS yang telah ditebus dari cara hidup yang lama menjadi WARGA NEGARA KERAJAAN SORGA dan MENJADI MANUSIA BARU (Ef. 4:17-24).
  • PENGENALAN JATI DIRI ini –>sangat berpengaruh bagaimana kita dalam pergaulan, yaitu: Tidak akan kompromi mengikuti arus dunia, BAHKAN akan menggarami lingkungan dari kebusukan dosa.

b. Sarana membawa orang rindu mengenal Tuhan kita (Zak. 8:23)

“Beginilah firman TUHAN semesta alam: “Pada waktu itu sepuluh orang dari berbagai-bagai bangsa dan bahasa akan memegang kuat-kuat punca jubah seorang Yahudi dengan berkata: Kami mau pergi menyertai kamu, sebab telah kami dengar, bahwa Tuhanmenyertai kamu!”

C. KUALITAS PERGAULAN –> BERGANTUNG DIRI KITA

1. Bunyi ayat diatas bukan :

Bergaul dengan orang yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.”

Melainkan :   “Pergaulan yang burukbukanbergaul dengan orang yang buruk

2. Jadi maksud ayat diatas –> yang dapat merusakkan kebiasaan baik kita bukan dengan siapa kita bergaul, melainkan bagaimana kita mengisi hubungan kita dengan semua tipe orang.

  • Tidak selamanya kita bergaul dengan saudara seiman itu akan membangun kebiasaan yang baik.
  • Dan bukan selalu kalau kita bergaul dengan “orang yang buruk” akan merusakkan kebiasaan yang baik kita. (Tetapi Bukan berarti Boleh!!)
  • Jadi bergaul dengan semua tipe orang dapat berdampak negatip (bukan melulu dengan orang yang buruk saja)

3. Yang memperburuk pergaulan adalah (1) Bagaimana kita mengisi pergaulan itu dan (2) Bagaimana kita memerankan diri kita sesuai dengan Jati Diri Kita (MANUSIA BARU).

  • Pergaulan itu adalah bentuk hubungan yang merupakan sarana kita berinteraksi dengan orang lain.
  • Jadi Pergaulan yang Buruk itu adalah pergaulan dengan siapapun yang mempengaruhi diri sendiri sehingga jati dirinya dan kebiasaan yang baiknya MENJADI hilang dan berubah menjadi Buruk.

D. TINDAKAN KITA DALAM PERGAULAN

1. Menyadari Siapa Diri Kita dan menjalankan Misi hidup kita –> Garam dan Terang Dunia.

  • Seperti Rasul Paulus dalam bergaul Harus memiliki Tujuan (1 Kor. 9:19, 20)

Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang.

20  Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi. Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum Taurat.

2. Jalin atau bangun hubungan dengan semua tipe orang. Þ ingat : kita jangan meninggalkan mereka. Mereka butuh kita.

  • Tetapi jangan terus menerus bersama atau bergaul dengan mereka. Punyai pergaulan dengan Saudara seiman juga. Band. 2 Pet.2:7-8 :

“tetapi Ia menyelamatkan Lot, orang yang benar, yang terus-menerus menderita oleh cara hidup orang-orang yang tak mengenal hukum dan yang hanya mengikuti hawa nafsu mereka saja, -sebab orang benar ini tinggal di tengah-tengah mereka dan setiap hari melihat dan mendengar perbuatan-perbuatan mereka yang jahat itu, sehingga jiwanya yang benar itu tersiksa–..”

Manusia roh tidak akan dapat terus menerus berhubungan dengan keberdosaan tanpa adanya satu penderitaan. –> Jadi dengan siapa kita Bergaul, itu dapat menunjukkan kualitas kita. Bagaimana Kualitas hubungan atau Pergaulan kita Þ maka sejauh itu pula kualitas kita.

  • Mengapa kita kehilangan kefektifan dalam memenangkan jiwa? Inilah salah satu penyebabnya. Kita keluar menjauh dan menghindari orang yang terhilang dan yang memiliki predikat dan kebiasaan Buruk.
  • Kendalikan percakapan ketika bergaul –>Isi pergaulan dengan hal yang membangun dan menumbuhkan kebiasaan yang baik.
  • Jadikan Pergaulan kita itu menjadi Ibadah kita (Yak. 1:17)

Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapanTuhan, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.”

PENUTUP

  1. Menyadari Jati diri kita akan mempengaruhi Kualitas Pergaulan kita.
  2. Benda mulia tidak selalu berasal dari lingkungan yang bersih. Seringkali ditemukan di tempat yang kotor. –> Kita bukan barang ‘antik’ tapi barang “mulia”
  3. Hal-hal yang merusak dapat juga berasal dari saudara seiman kita –>Jadi hati-hatilah dengan semua orang. Dan jalinlah hubungan dengan semua orang.

30/06/2009 - Posted by | OUTLINE KOTBAH | , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: