KOLEKSI CATATAN KOTBAH

Sahabat Online Pendamping Persiapan Kotbah

MANUSIA BARU

(2 Kor 5:17)

PENDAHULUAN

1. Mengapa banyak orang Kristen yang  stagnasi, mundur rohani, pengangguran rohani dan bahkan menjadi murtad?

Padahal dia dulunya begitu rajin dan sungguh-sungguh rohaninya?

2. Kebanyakan ini semua berkaitan dengan bagaimana kelahiran barunya.

  • Pengalaman Kelahiran Baru adalah pondasi bangunan rohani (kualitasnya)
  • Mengerti hakekat Lahir Baru atau Menjadi Manusia Baru atau Ciptaan Baru atau dilahirkan dari air dan roh –>  adalah penting bagi perjalanan rohani setiap anak Tuhan.
  • Dengan mengerti maka kita dapat mengetahui:
  1. Apa yang sedang kita alami (cinta mula-mula)
  2. Bagaimana seharusnya menjadi orang Kristen yang sudah menjadi manusia baru.
  3. Apa yang tetap harus kita lakukan  sebagai kelanjutannya.
  4. Dan bagaimana kita memelihara dan membangunnya

3. Betapa dahsyatnya perkembangan pelayanan –> bila semua orang menjadi manusia baru yang optimal.

A. MANUSIA BARU

  1. Arti Ciptaan yang Baru.

Yaitu :

  • Pengalaman yang diakibatkan karena Perjumpaan pribadi dengan Tuhan Yesus.
  • Pengalaman rohani yang unik –>  permulaan perubahan di dalam Kristus (Lahir Baru, Yoh 3:3).
  • Perubahan rohani yang radikal –>  yang Tuhan berikan kepada individu (Gal 1:23).
  • Perubahan dari kondisi kekalahan dan kematian rohani  –> kepada kekudusan dan kehidupan.

2. Kelahiran Baru ini dikerjakan oleh Tuhan sendiri –> bekerjasama dengan manusia.

3. Ciptaan baru itu pengalaman nyata yang harus dialami setiap orang yang mengaku anak Tuhan.

B. CIRI MANUSIA BARU

1. Zakeus (Luk 19:8 )

“Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.”

  • Rindu untuk mentaati Firman Tuhan.
  • Rindu untuk menyenangkan orang lain.

2. Andreas waktu dipanggil (Mark 1:16-19)

“Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.”

Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.”

  • Memprioritaskan Tuhan diatas kesibukannya.sehingga Memberikan diri dan waktunya bagi Tuhan.
  • Tanggap akan suara Tuhan.

3. Maria yang mengurapi kaki Yesus (Mat 26:6-13)

  • Rindu memberikan yang terbaik bagi Tuhan.
  • Rindu terlibat bagi pekerjaan Injil –> bandingkan dengan Perempuan Samaria (Yoh 4:25-29)

4. Jemaat Mula-mula (Kis 2:41,42)

  • Rindu dan haus akan kebenaran yang lebih lagi –> Pengajaran.
  • Semangat untuk mengikuti persekutuan.
  • Senang dengan doa –> bersekutu dengan Tuhan.

C. KITA HARUS MEMPERTAHANKAN TABIAT MANUSIA BARU

1. Menjadi manusia baru ini ibarat Benih.

  • Mengalami Proses Pertumbuhan.
  • Harus dijaga, dirawat dan dipelihara pertumbuhannya.

2. Ada kecenderungan untuk kembali menjadi manusia lama.

a. Iblis tidak tinggal diam

b. Kita masih hidup dalam daging

c.  Kita berhubungan dengan orang lain –> sehingga ada kecenderungan kembali menjadi manusia lama.

“Janganlah kamu sesat:Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.” (1 Kor 15:33)

Pergaulan yang buruk”    = Komunikasi, Persahabatan, Persekutuan yang buruk.

Yun. : ethos                 = pandangan hidup

Terjemahan lain              = “Good manner, moral habit”

Kebiasaan yang baik”      =

  • Ayat ini tidak berbicara kita dilarang bergaul dengan orang yang bertabiat buruk atau berpredikat buruk.
  • Tapi ayat ini menyatakan “kualitas Pergaulannya” –> dengan siapapun kita bergaul bukan yang menjadi pokok utama permasalahannya.
  • Bagaimana kita mengisi pergaulan kita –> itu yang menjadi pokok masalahnya.

3. Kita harus berperan aktif :

a. Dengan tetap mendisiplin diri dengan mematikan dan mengenakan manusia baru.

Karena ada  dua kebenaran secara hukum dan kebenaran secara fakta Mengenai Manusia Lama dan Manusia Baru.

# Mengenai Manusia Lama

  • Secara hukum –> manusia lama kita sudah mati.

Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.” (Rom 6:6)

  • Secara fakta –> kita harus mematikan manusia lama kita.

“Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima  pengajaran di dalam  Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus,  yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,” (Ef 4:21-22) 

# Mengenai manusia baru

  • Secara hukum –> manusia lama kita sudah mati.

Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” (2 Kor 5:17)

  • Secara fakta –> kita tetap harus mengenakan manusia baru kita.

“supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,

dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.” (Ef 4:23-24)

b. Hal-hal yang harus tetap kita lakukan. –> kita tetap harus mengenakan manusia baru kita.

  • Seperti Zakheus –> Terus taati Firman Tuhan
  • Seperti Andreas –> berikan diri untuk Tuhan (dalam Pelayanan) dan Prioritaskan Tuhan
  • Seperti Maria –> memberikan yang terbaik bagi Tuhan dan Terlibat dalam pekerjaan Injil..
  • Seperti Jemaat mula-mula –> Tekun dalam Pengajaran, Persekutuan, Doa dan Ibadah pribadi.

PENUTUP

  1. Manusia Baru itu bukan diperoleh saja, tapi harus diraih dan diperjuangkan.
  2. Ada bagian kita dalam menjaga manusia baru kita.
  3. Manusia baru itu akan terlihat dari buahnya dan akan berdampak bagi lingkungan.

12/07/2009 - Posted by | OUTLINE KOTBAH | , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: