KOLEKSI CATATAN KOTBAH

Sahabat Online Pendamping Persiapan Kotbah

CARA MEREBUT KEMENANGAN

(Yosua 6:1-21)

PENDAHULUAN
1. Setiap kita menghadapi Yerikho dalam hidup kita, seperti:

(a). Dosa yang tidak dapat kita kalahkan?

(b). Kesulitan kita untuk mengampuni seseorang?
(c). Situasi yang melingkupi hidup kita?
(d). Masalah yang terus menerus muncul dan muncul kembali?
(e). Kebiasaan yang tidak dapat kita kalahkan?

2. Ada 3 pertempuran yang ada: Tuhan vs iblis, Gereja vs iblis dan Kita vs iblis.

3. Pertempuran yang terbesar kita hadapi bukan melawan orang lain atau hal lain, tapi melawan diri kita. Masalahnya bukan dari luar tapi dari dalam diri kita sendiri.

Kita harus memiliki pikiran, sikap dan tidakan yang benar ketika berada dalam pergumulan dan ketika kita mengalami kemenangan.

Apa pikiran, sikap dan tindakan yang benar yang harus kita miliki dalam hal pergumulan?

A. SADAR BAHWA KITA PIHAK YANG MENANG (1-2)

1. Yerikho tutup karena orang Israel. Kemenangan telah dialami oleh Yosua sebelum Yoshua menjejakan kakinya di medan pertempuran.

2. Sering kita mendengar para atlet mengatakan bahwa mereka yakin dapat memenangkan pertandingan atau melakukan tugas tertentu (perang urat syaraf).

3. Tuhan memberikan Yoshua hal yang pasti dalam pertempurannya.

4. Sebagai orang Kristen, kita sering lupa bahwa kita berada di pihak yang menang.

5. Dengar apa yang dikatakan Tuhan dan miliki cara pandang Tuhan (Miliki hubungan dengan Tuhan).

B. MEMILIKI KETAATAN (v 3-5)

1. Setiap peperangan memerlukan sebuah rencana sebelum kemenangan menjadi kenyataan.

2. Waktu itu ada 5 cara dalam mengalahkan sebuah kota, yaitu:

(a). Menaiki tangga atau tembok yang rendah.

(b). Menggali lobang dibawah tembok atau melobangi tembok.

(c). Mengepung kota sampai penduduk kota menyerah.

(d). Tipuan untuk gencatan senjata atau penyerangan yang tiba-tiba.

3. Cara atau rencana Tuhan berbeda dengan cara / rencana kita atau cara pada umumnya (tidak seperti dalam standar militer). Cara atau rencana Tuhan, bagi kita mungkin:

(a). Lebih kuno kelihatannya.

(b). Tidak masuk diakal à kebodohan.

(c). Terlalu lama

(d). Mustahil berhasil

4. Yosuapun memiliki rencana ini sebelum Tuhan caranya untuk mengambil alih Yerikho.

5. Kemenangan kitapun karena ketaatan kita atas cara dan rencana Tuhan. Untuk setiap kasus selalu berbeda.

C. MENANTIKAN TUHAN UNTUK BERKARYA –> menantikan waktunya Tuhan, bukan waktu kita

1. Mengapa cara Tuhan memerlukan waktu seminggu baru terlaksanan?

(a). Iman itu perlu pertumbuhan sebelum menerima kemenangan.

(b). Perlu waktu bagi kita untuk dapat menerima kemenangan –> kesiapan kita dalam merebut dan menerima

(c). Penantian itu merendahkan diri kita –> dihadapan musuh (diejek) dan dihadapan Tuhan (ketika mentaati)

2. Kita dalam menantikan Tuhan berkarya, perlu kesabaran kita dan reaksi cepat tanggap.

3. Kesabaran adalah kualitas moral yang bagus. Dan berlawanan dengan kecenderungan saat ini (generasi microwave atau fast food)

4. Bangsa Israel terus menerus mengelilingi Yerikho meskipun tidak menyatakan tanda-tanda rencana Tuhan berjalan.

5. Perputaran mereka itu menunjukkan keberserahan mereka. Mereka mengerti bahwa kemenangan itu adalah miliknya dan mereka perlu Walk, Watch dan Wait.

D. YAKIN DAN TENANG (v 10)

1. Ada beberapa atlet yang sebelum pertandingan mengatakan perkataan sampah.

2. Biasanya saat sebelum pertandingan kedua pihak berusaha menjatuhkan mental lawannya dengan perkataan. Hal yang sama juga ingin bangsa Israel lakukan, mengolok-olok. Tapi itu tidak dilakukannya.

3. Mereka tidak mengeluarkan suara, mereka tidak berkata kotor, mengeluh dan ngomel mengenai apa yang mereka lakukan atau alami.

4. Kita terlalu banyak berkata-kata sehingga kita kurang dalam hal mendengar. Sehingga pikiran kita yang jalan.

5. Tantangan itu akan membuat kita menyendiri dengan Tuhan ( bukan hanya sekedar saat teduh setiap hari). Ini sangat penting bagi pertumbuhan rohani dan kedewasaan iman kita.


E
. MELANGKAH KETIKA KESEMPATAN ITU DATANG (v 20-21) –> Iman memampukan kita untuk melangkah sesuai yang Tuhan rencanakan.

1. Kita tetap beriman ketika sedang menantikan, merebut dan sesudah mengalami kemenangan.

2. Tembok itu roboh bukan karena usaha kita, petir atau gempa bumi –> roboh karena iman dan ketaatan kita.

3. Ketika kita taat Tuhan memberikan kesempatan itu muncul dan ketika kesempatan itu datang kita harus melangkah dengan ketaatan.

4. Kita harus berani melangkah, karena ada orang yang bersedia menanti-nantikan dengan sabar tapi tidak memiliki keberanian untuk melangkah.
PENUTUP

1. Apakah kita menyerahkan area hidup kita dalam kendali Tuhan? Atau kita menyerahkan pada rencana kita sendiri atau menurut kehendak Tuhan?

2. Janji akan tinggal janji bila kita tidak memiliki pemikiran, sikap dan tindakan yang benar. Yaitu:

a.) Sadar kita berada dipihak yang menang.
b.) Ketaatan kita mendahului ketaatan kita.
c.) Nantikan waktunya Tuhan, bukan waktu kita.
d.) Yakinlah dan tenanglah.
e.) Melangkahlah ketika kesempatan itu datang.

3. Kita jangan sampai berhasil dalam pergumulan tapi kalah dalam kemenangan.

13/07/2009 - Posted by | OUTLINE KOTBAH | , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: