KOLEKSI CATATAN KOTBAH

Sahabat Online Pendamping Persiapan Kotbah

KUNCI MENIKMATI JANJI TUHAN

Yoshua 1:1-9

PENDAHULUAN
1. Ketika kita menerima janji dari seseorang  kita sangat senang sekali.
2. Menerima janji itu berbeda dengan menikmati janji  tidak otomatis janji yang diterima itu akan digenapi. Karena janji itu bersyarat!
3. Ada kemungkinan kegagalan itu  dari pihak si pemberi janji atau dari pihak si penerima janji.
4. Kalau Janji Tuhan, maka pihak Tuhan tidak mungkin menjadi penyebab kita tidak menikmati janji-janjiNya. Dari pihak kitalah penyebabnya.
5. Bagaimana cara kita menikmati janji Tuhan yang menjadi hak kita?
(3 “berhasil meraih janji” dan 5 “penyertaan Tuhan”)
A. SIAP MELANGKAH SESUAI JANJI DAN WAKTU TUHAN (2)
1. “Bersiaplah” (koom) = bangkitlah, mendorong diri untuk siap bertindak/bergerak
2. Hati kita harus siap senantiasa untuk melangkah atau bertindak ke janji Tuhan.
3. Ada orang gagal meraih janji Tuhan karena mereka tidak berani memulai atau mengambil keputusan bertindak.
4. Kita harus memberanikan diri kita untuk bertindak –> jangan terpaku atau terikat pada pengalaman masa lampau, atau peristiwa masa lalu yang traumatis.
5. Setelah Musa mati –> Yoshua kehilangan pegangan dan harapan

B. SIKAP HATI DALAM MELANGKAH (6)
1. Kuat dan teguh Hati
a. “Kuat” (khawzak) = mengikatkan pada, menangkap, meraih, merampas, menggunakan
• Hati kita harus kita ikatkan pada janji Tuhan yang tidak pernah gagal dan pribadi Tuhan yang setia.
• Fokus pada Janji dan pribadi Tuhan dapat memberikan kekuatan tersendiri dalam melangkah.
b. “Teguh” (awmats) = siap siaga, selalu siap, tabah hati

2. Mengapa hati harus kuat dan teguh? Karena:
a. Di depan ada tantangan
b. Masih membutuhkan waktu dalam meraih atau menanti-nantikan.
c. Tuhan tidak dapat menolong orang yang patah semangat/tidak memiliki kemauan untuk menghadapi kenyataan.
d. Janji Tuhan itu hanya bagi orang yang kuat dan teguh hatinya (berani).

C. SIKAP TERHADAP FIRMAN TUHAN (8)
a. Diperkatakan Firman  perkataan yang keluar dari mulut kita harus positip, membangun dan Firman Tuhan. Kita kuat itu karena Firman, kalau perkataan kita negatip saat hadapi masalah  maka tidak ada kekuatan.
b. Direnungkan Firman (hawgaw)  supaya memberihkan, menguasai dan memenuhi pikiran dan akhirnya mengubah hati.
c. Ditaati  menjadi pedoman hidup dan menjalani hidup.
• Firman Tuhan yang logos ini harus menjadi “daging” dengan cara: diterapkan dalam hidup

2. Dampak
a. Berhati-hati dalam bertindak  tahu mana yang: dilarang; kehendak Tuhan; jalan Tuhan
b. Berhasil dalam hidup  memperoleh apa yang menjadi kerinduan atau harapan kita
c. Beruntung dalam kesuksesan  menikmati apa yang telah kita peroleh karena pemeliharaan Tuhan

3. Ternyata kunci utama supaya kita dapat menikmati janji Tuhan adalah Sikap kita terhadap Firman ini.
a. Dengan memperkatakan dan merenungkan Firman Tuhan ini
 kita akan memiliki hati yang kuat dan teguh.
 kita akan berada dalam kebenaran.
 kita dipimpin atau dibawa Tuhan meraih janji

PENUTUP
1. Janji Tuhan itu konsidional  bergantung kondisi dari si penerima. Apakah dia itu melakukan apa yang menjadi bagiannya atau belum?
2. Jangan terikat pada trauma masa lalu  itu bukan gambaran kondisi kita saat ini atau mendatang.
3. Janji Tuhan akan dapat dinikmati karena berani melangkah, hati kuat-teguh dan berada dalam kebenaran Firman Tuhan.
4. Mulailah miliki jadwal untuk membaca dan merenungkan Alkitab.

14/08/2009 - Posted by | OUTLINE KOTBAH | , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: