KOLEKSI CATATAN KOTBAH

Sahabat Online Pendamping Persiapan Kotbah

BERDOA DENGAN TIDAK JEMU-JEMU

Lukas 18:1-8

PENDAHULUAN
1. Hidup selalu ada pergumulan dan menaikkan doa-doa kepada Tuhan.
2. Tuhan Yesus mengajarkan supaya kita berdoa dengan tidak jemu-jemu terhadap masalah2 kita.
3. Ternyata Tuhan itu memiliki tujuan tertentu: mengapa kita harus berdoa tidak jemu-jemu?
4. Apa doa yang tidak jemu-jemu itu? Dan mengapa kita harus berdoa tidak jemu-jemu?
A. BERDOA DENGAN TIDAK JEMU-JEMU
1. Kata “jemu-jemu” (ekkekeo) = buruk, lemah, gagal hati.
a. Berdoa dengan tidak jemu-jemu itu:
• Tidak berhenti berdoa
• Tidak menjadi lemah (kendur, jarang, asal-asalan)
• Tidak kehilangan semangat/iman dalam hati kita (tidak percaya kuasa doa, tawar hati)

2. Doa itu berhubungan dengan kondisi hati, yaitu:
a. Kesungguhan hati
b. Motivasi
c. Iman
• Jadi hal berdoa itu  bukan masalah kata-kata isi doanya saja atau tetap berdoa saja, melainkan kondisi hati dari si pemohon doa itu. Apakah hatinya bersungguh-sungguh? Apa motivasi doa-doanya? Bagaimana imannya ketika berdoa?
• Hati yang sungguh2, motivasi yang benar dan adanya iman  akan membuat orang terus berdoa tanpa henti atau putus asa.

3. Doa selalu ada unsur penantian/menunggu jawaban doa kita dikabulkan. Sehingga waktu sedang menanti jawaban doa ada orang yang “tidak bertahan”
 Mereka BERHENTI datang pada Tuhan dan BERHENTI berdoa.
 Dan ada juga MASIH BERDOA  tapi hatinya sudah lemah atau gagal hatinya (tawar hati).

B. MENGAPA KITA HARUS TERUS BERDOA TIDAK JEMU-JEMU? Karena:
1. Pribadi Tuhan (6&7a)  “Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu! Tidakkah Tuhan akan…”
b. Ayat 5  “menyerang aku” (hypopiaze) = merusak nama baik
c. Hakim lalim saja memperhatikan nama baiknya dalam bertindak  apalagi Tuhan/Bapa kita.
d. Pengenalan akan pribadi Tuhan ini  harus terus kita tanamkan atau miliki ketika dalam atau setelah pergumulan.
e. Permintaan doa kita kepada Tuhan itu memiliki arti seperti meminta pembuktian bagaimana reputasinya Tuhan  mempengaruhi nama baik Tuhan.
• Dan Tuhan bersedia menjawab doa-doa kita itu karena Dia mau menjaga reputasiNya sebagai Bapa dan Tuhan.
• Hakim yang jahat saja tahu  bagaimana menjaga reputasinya sebagai seorang hakim yang harus memberikan keadilannya.  Masakan Tuhan tidak mau menjaga reputasinya terhadap ketekunan doa-doa minta tolong kita. Tuhan juga akan menjaga reputasiNya.
• Yang perlu kita lakukan adalah tetap memiliki iman dan datang pada Tuhan.

2. Posisi Khusus (7a: “Tidakkah Tuhan akan membenarkan orang pilihan”)
a. Kita orang khusus  bukan berarti kita tidak perlu berdoa. Lakukan bagian kita, maka kita akan menerima hak kita.
b. Pakai kedudukan istimewa kita untuk terus berdoa bagi pergumulan kita.
c. Berhenti doa akan menyia-nyiakan posisi kita yang istimewa.

3. Waktu Tuhan (8a: “segera/takhei membenarkannya”) = tanpa menunda
a. Tinggal sedikit waktu lagi kita akan menerimanya
b. Tuhan tahu waktu yang tepat untuk menjawab doa kita.
c. Tuhan tidak pernah terlambat.

4. Bermanfaat bagi kita (8b)  “….jika AM itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi.”
 Konteks ayat 1-7 berbicara tentang Doa  tapi ayat terakhir (8) berbicara tentang kedatangan TY. Mengapa?
 Ternyata ada kebenaran khusus! Pergumulan doa berkaitan dengan Penantian kedatangan TY yg II.
 Pergumulan doa kita saat ini  sebagai sarana dan manfaat penting bagi kita, yaitu:

a. Untuk melatih dan memelihara iman kita.
• Kedatangan TY ini dalam arti akhir zaman  mempersiapkan kita utk menyambut kedatangannNya.
• Tuhan mau melatih dan memelihara iman kita supaya iman kita tetap ada dan bertumbuh  sampai Tuhan datang.
• Ada orang yang karena pergumulan doa mereka tidak tahan imannya, sehingga tidak lagi beriman.

b. Untuk menerima jawaban doa kita.
• Dalam konteks doa, “kedatangan Tuhan Yesus” ini bukan hanya nanti  tapi ketika Tuhan hendak menjawab doa kita saati ini.
• Dengan kita tetap memiliki iman maka kita dapat menerima jawaban apa yang kita doakan.
• Itu yang TY cari apakah kita masih memiliki iman yang sama saat memintanya dahulu.
• Ada orang gagal menerima apa yang pernah dia doakan  karena dia tidak lagi beriman.

PENUTUP
1. Ada masalah? Jangan berhenti datang pada Tuhan dan berdoalah tiada henti-hentinya dan tanpa putus asa kehilangan iman  karena pergumulan dalam doa itu akan bermanfaat bagi kita.
2. Iblis boleh memberikan masalah  tapi Tuhan bisa memanfaatkan itu untuk kebaikan kita.
3. Masalah itu bukan masalahnya, tapi bagaimana iman kita ketika dalam masalah itu.  Hati-hati dalam menhadapi krisis hidup ini  jangan sampai menguras iman percaya kita pada Tuhan.
4. Tuhan peduli atas masalah kita, ingat kita adalah orang yang khusus didalam pandanganNya.

16/08/2009 - Posted by | OUTLINE KOTBAH | , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: