KOLEKSI CATATAN KOTBAH

Sahabat Online Pendamping Persiapan Kotbah

KUASA PENERIMAAN

(Kisah Para Rasul 9:26-30)

PENDAHULUAN

  1. Seputar peristiwa perjumpaan Saulus dengan Tuhan tidak mudah (Ada tantangan dari luar dan dalam)
  2. Tuhan memiliki rencana yang lengkap dengan pertobatan setiap orang percaya.
  3. Persekutuan orang percaya, dalam hal penggenapan rencana Tuhan itu à memiliki peranan yang luar biasa. Tuhan mendesign sedemikian rupa atas persekutuan orang percaya. Ternyata: Ada kuasa dalam Penerimaan (berkat tersembunyi).
  4. Mengapa ada orang yg tidak dapat masuk dalam rencana dan panggilan Tuhan dgn sepenuhnya, seperti yg Tuhan rencanakan?

A. ORANG PERCAYA PERLU KOMUNITAS (26a)

1. Perjanjian Baru diisi dengan instruksi pada bagaimana hidup bersama. Paulus menulis, “Semua itu kutuliskan kepadamu….engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga TUHAN, yakni jemaat dari TUHAN yang hidup...” –> ini pola sosial kekristenan (komunitas)

2. Kata “menggabungkan diri” dari Kata Yun. Kallao =

  • to glue = nempel,
  • to stick = lekat,
  • cleave = pegang erat, menggantungkan diri

3. Bukan sekedar berada di suatu komunitas atau persekutuan, tapi dia benar-benar menyatu dengan komunitas itu dan berperan aktif serta berinteraksi dengan semua yg ada dalam komunitas.

4. Terutama komunitas yang menerima dan memperhatikannya, ini adalah sifat dasar manusia.

B. PENERIMAAN ADALAH SUATU PROSES MENCAPAI SESUATU (27)

  1. Kata “menerima” (27) –> “epilambanomai”= to seize (menangkap, meraih), attainment (tindakan/proses mencapai sesuatu)
  2. Menerima seseorang itu bukan tanpa tujuan, tapi itu merupakan satu proses yang akan mencapai atau menghasilkan sesuatu. Jadi tidak sia-sia bila kita menerima seseorang dalam komunitas kita (Cf. Rm. 15:1-2 à membangun).
  3. Orang itu dapat berubah, jangan menghakimi dan mengunci mati pandangan kita terhadap orang lain karena latar belakangnya (Zakheus, Luk. 19:7). Bdkn. Hak. 11:1-5 –> penolakan Yefta, membuat dia rusak (para tua2).
  4. Sikap anak Sulung: penolakan, kecurigaan, dan kebencian. Sikap yang justru akan mendorong mereka kembali ke lembah dosa. Diakui atau tidak, para pendosa itu kerap adalah produk komunitas di mana ia hidup.
  5. Menerima seseorang itu adalah suatu bentuk kepercayaan akan pribadi orang itu dan rencana Tuhan atas orang tsb dimasa mendatang. Contoh: Mahatma Ghandi ketika datang di gereja.

C. PENERIMAAN MEMBUAT ORANG TERTANAM DALAM KOMUNITAS (28a)

  1. Penerimaan adalah kunci pertumbuhan gereja. Apabila orang-orang yg berada di suatu persekutuan atau komunitas kalau tidak semua yang memiliki hati penerimaan satu sama lain, maka sulit persekutuan atau komunitas itu bertumbuh dan berkembang.
  2. Penerimaan atas seseorang dalam komunitas tidak hanya dimiliki segelintir orang dalam komunitas atau persekutuan à dia harus diterima penuh dalam komunitasnya. Spirit “Barnabas” hrs ada dlm persekutuan.
  3. Komunitas orang percaya bukan hanya hubungan secara Vertikal saja tapi juga horisontal (Mat. 5:23)

D. PENERIMAAN MEMBERI DASAR PANGGILAN TUHAN (28b)

  1. Memberikan peluang bagi orang percaya untuk melakukan dan menggenapi panggilan Tuhan.
  2. Mereka tidak hanya melakukan biasa-biasa saja bahkan dengan kualitas penuh.
  3. Kalau kita menerima seseorang apa adanya, maka kita akan memperoleh potensi tertinggi dari orang tersebut. Paulus akhirnya menjadi rekan sekerja Barnabas dalam melakukan misi yg pertama.
  4. Kita harus ingat bahwa siapapun yg ada dalam persekutuan kita itu Tuhan taruh dan mereka memiliki panggilan Tuhan secara khusus.

PENUTUP

  1. Tuhan tidak pernah menolak siapapun, sebaliknya Dia bersedia menerima siapapun dan bagaimanapun seseorang.
  2. Latar belakang seseorang bukan harga mati kondisinya saat ini dan mendatang. Dengan penerimaan, maka itu akan mengubahkan hidupnya dan meningkatkan hidup masuk dalam pusat panggilan Tuhan.
  3. Siapakah kita? mari kita memiliki kerendahan hati dan kasih Kristus supaya spirit Barnabas itu ada dalam diri  kita dan persekutuan kita.
  4. Lagu: Buluh yang terkulai tak dipatahkannya.

14/02/2010 - Posted by | Koleksi | , , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: