KOLEKSI CATATAN KOTBAH

Sahabat Online Pendamping Persiapan Kotbah

“HIDUP DIBAWAH POHON ARA”

Teks: YOH. 1: 35-51)

 PENDAHULUAN

  1. Percaya dan beribadah secara rutin dan pribadi saja tidak cukup. Tapi perlu dengan pengertian yang benar ketika percaya dan beribadah.
  2. Ada Peringatan Santo Bartolomeus (21 Agustus). Bartolomeus ini tidak lain yang dimaksud adalah Natanael. Arti Nama Natanael = Gift of God (pemberian/karunia Tuhan)

Tuhan menginginkan supaya setiap orang percaya terus maju menerima hal-hal yang besar dan luar biasa dalam hidup menanti-nantikan Tuhan dan dalam hidup beribadahnya. Dengan cara Tuhan dan ketetapan Tuhan serta waktu Tuhan.

a)      Apa yang dimaksud “Berada di bawah pohon ara”?

b)      Apakah kita harus hidup “berada  di bawah pohon ara?”

c)      Bagaimana seharusnya ketika kita “berada di bawah pohon ara”?

d)      Potensi apa yang bisa kita peroleh ketika kita “berada di bawah pohon ara”?

 Ada rahasia dan pengertian yang luar biasa dalam pengertian “Berada di bawah pohon Ara” ini. Dan kebenaran yang terkandung didalamnya dapat menjadi prinsip hidup dan hal-hal yang harus kita miliki dalam pengiringan kita kepada Tuhan Yesus.

 Peristiwa dalam Teks ini bukan Pemanggilan Para murid untuk menjadi Rasul, melainkan

A. ISTILAH “BERADA DIBAWAH POHON ARA” (48 & 50)

1. Ternyata kalimat “Berada di bawah Pohon Ara” –>  ini bukan sekedar arti secara fisik. Melainkan adalah istilah yang memiliki pengertian atau arti yang khusus.

 

a. Dalam Perjanjian Lama:

  • Mikah 4: 4 “Tetapi mereka masing-masing akan duduk di bawah pohon anggurnya dan di bawah pohon aranya dengan tidak ada yang mengejutkan, sebab mulut TUHAN semesta alam yang mengatakannya.
  • Zak. 3: 10 “Pada hari itu, demikianlah firman TUHAN semesta alam, setiap orang dari padamu akan mengundang temannya duduk di bawah pohon anggur dan di bawah pohon ara.”
  • 1 Raja 4: 25 “sehingga orang Yehuda dan orang Israel diam dengan tenteram, masing-masing di bawah pohon anggur dan pohon aranya, dari Dan sampai Bersyeba seumur hidup Salomo.

Pohon Ara –> menggambarkan kondisi “Damai dan Kekayaan

2. Dalam konsep orang Yahudi:

a. “Berada dibawah pohon ara”à adalah istilah yang mengarah pada: kebiasaan ibadahnya, kerinduannya, imannya dan kualitas hidupnya seseorang yang berkaitan dengan Mesias.

 

Nb.:

Dalam kebiasaan orang Yahudi: Tempat Dibawah naungan Pohon ara à adalah tempat favorit yang dipilih oleh orang-orang Yahudi untuk berdoa dan merenungkan Taurat.

b. “Berada dibawah pohon ara”à adalah perwujudan/bentuk dari suatu kerinduan dan harapan baik secara nasional dan individu.

Bentuknya baik dalam hal jasmani (memang dilakukan di bawah pohon ara) dan rohani (iman & harapan).

c. “Berada dibawah pohon ara”à  Memiliki arti Eskatologis (masa akhir zaman): Berada di masa Milenium / seribu tahun damai, karena kepercayaannya dan kehidupannya sehingga menerima berkat dan janji yang sama seperti Abraham terima.

Nb.:

  • Tuhan Yeshua menggunakan gambaran yang kuat dari pengajaran orang Yahudi yang diajarkan secara luas yang menunjuk ke harapan tentang kebangkitan dan milenium. Singkatnya , Dia mengatakan kepada Natan’el bahwa ia akan hidup di Hari Akhir untuk mewarisitanah berjanji untuk Avraham ( bereshith – Kejadian 17:8).
  • Natan’el mengerti ia akan berpartisipasi dalam kebangkitan karena ” hari itu ” adalah berbicara masa depan. Hal ini dipahami dalam konsep Yahudi abad pertama dengan kalimat: “Aku melihat engkau di bawah pohon ara” , yang mengacu pada kehidupan dan studi Torah di milenium ( Midrash Rabbah Genesis , Rabbah Kidung Agung ).

3. Natanael sangat terkejut dengan perkataan TY: “Aku telah melihat engkau berada dibawah pohon ara” –> dan membuat tanggapan Natanael percaya bahwa TY adalah Tuhan dan Mesias yang ditunggu-tunggu selama ini (ay. 49).

  • Jadi istilah “Berada di bawah pohon ara” itu memiliki arti:
  1. Dalam hal jasmani à keadaan hidup saat ini: dalam kondisi damai sejahtera dan kelimpahan
  2. Dalam hal kehidupan rohani à kualitas ibadah dan iman: melakukan ibadah dengan kesungguhan
  3. Dalam hal kekekalan à pengharapan dan hasil: menerima janji Tuhan dalam kekekalan

4. Jadi setiap kita harus “Berada di bawah pohon ara” kita masing-masing.

B. CARA HIDUP SAAT “HIDUP DIBAWAH POHON ARA” (47, 48)

1. Memiliki kualitas karakter pribadi seperti Natanael:

  1. Memiliki integritas,
  2. Memiliki hati yang terbuka akan kebenaran dan waktu Tuhan
  3. Tidak mempertahankan pandangan/konsep/prasangka diri atau manusia (46: “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?”).

Nb.:

Nazareth adalah tempat yang dibenci oleh orang Yahudi, karena lokasinya perbatasan dengan bangsa kafir. Sehingga disebut juga Galileanya orang kafir.

 a. Berusaha menguji kebenaran yang digumulkan (Natanael saat trima info Filipus, dia tetap bersedia untuk membuktikannya)

b. Saat ‘berada di bawah pohon ara’ jangan tetap memiliki pemahaman dan prasangka sendiri. Seperti Natanael yang berkata: “Mungkinkah yang baik itu berasal dari Nazaret”?  Kita tidak akan bisa mengalami hal-hal besar dan luar biasa yang akan Tuhan berikan bagi kita. Dan kita tidak akan dapat memilih atau memutuskan jalan-jalan Tuhan bagi kita. Kita tidak bisa tetap memegangnya dan kita harus memilih menanggalkannya.

c. Jangan cepat menanggapi dengan cara skeptik dan negatip terhadap hal-hal rohani yang awalnya diluar pemahaman dan pengertian kita. Kita harus tetap berani menguji dan membuktikan sendiri sebelum mengambil keputusan.

d. Jangan benci orang dari latar belakangnya dan asalnya. Seperti Natanael tetap mau datang dan menemui meskipun yang hendak dijumpai adalah orang Nazareth.

 

2. Memiliki kehidupan Doa dan bergumul dengan Firman.

a. TY tahu sebelumnya bagaimana kualitas hidup Natanael sebelum dia bertemu dengan TY. Kebiasaannya, kerinduannya, hatinya, imannya akan Pribadi Tuhan dan janji-janji Tuhan.

b. Siapa kita itu terlihat dari bagaimana kebiasaan kita atau ketika kita “berada di bawah pohon ara”Seperti penilaian TY kepada Natanael yang dalam kebiasaannya “berada di bawah pohon”

3. Saling membantu orang-orang disekitar kita untuk bisa “Berada di bawah pohon ara” juga (cf. zak. 3:10).

a. Ketika kita sudah memiliki habit atau sudah berada di kondisi “Berada di bawah pohon ara” –> hendaknya bersedia untuk mengajak orang lain juga memiliki habit dan mengalami kondisi yang sama dengan diri kita (Zakharia 3: 10)

Pada hari itu, demikianlah firman TUHAN semesta alam, setiap orang dari padamu akan mengundang temannya duduk di bawah pohon anggur dan di bawah pohon ara.

b. Semua murid (Lima orang) dalam teks ini semuanya “Berada di bawah pohon ara” –> sedang menjalani hidupnya untuk diyakinkan akan Kemesiasan TY.

Nb.:

Konteks ini bukan Pemanggilan Para murid untuk menjadi Rasul à melainkan adalah peristiwa bagaimana meyakinkan Kemesiasan TY atau proses awal dari pertobatan atau hidup rohani para murid sebelum mereka menjadi Rasul (percaya dan berjumpa TY secara pribadi).

 

Mat. 4: 18, 19 “Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.

c. Perhatikan yang dilakukan 4 orang murid TY (dari 5 murid), dalam Teks:

1)       Yohanes Pembaptis berbagi kepada 2 orang muridnya (Andreas dan Yohanes) ay. 35-37

2)       Andreas berbagi ke Simon Petrus (ay. 40-42)

3)       Tuhan Yesus mengajak Filipus (ay. 43-44)

4)       Filipus mengajak Natanael (ay. 45-47a)

 

C. HAL YANG DIPEROLEH DARI “HIDUP DIBAWAH POHON ARA” DENGAN BENAR (50 & 51)

  • Ada hal-hal rohani dan jasmani yang luar biasa akan diperoleh dari habit hidup di bawah pohon ara. Bukan sekedar pengalaman percaya, lahir baru dan tahu siapa TY saja. Melainkan kita akan memperoleh dan mengalami janji-janji Tuhan yang luar biasa dalam hidup kita.
  • Tuhan akan membawa dan memimpin kita maju setapak ke janjiNya. Begitu seterusnya dan pengalaman itu akan terulang terus menerus dalam hidup kita.

 

1. Akan menemukan Jalan Tuhan dan berada di Timing Tuhan (Yoh. 1:43 )à sebagai pemenuhan kerinduan hatinya akan hal-hal rohani dan pergumulan doa-doanya.

a. Yoh. 1:43  Pada keesokan harinya Yesus memutuskan untuk berangkat ke Galilea. Ia bertemu dengan Filipus, dan berkata kepadanya: “Ikutlah Aku!

–>  Dalam Proses pemanggilan Para Murid dalam teks ini: hanya pemanggilan Filipus yang dilakukan oleh TY sendiri, yang lain oleh sesamanya (manusia)

b. TY memutuskan pergi dari Yudea ke Galilea à untuk “bertemu” Filipus sebagai orang kunci menemukan Natanael.

  • memutuskan: thelo =  berkehendak, bertujuan/bermaksud
  • bertemu: Heurisko = mencari dari sekian banyak orang)
  • TY yang akan menemukan kita dimanapun dan bagaimanapun.
  • Jarak dari Betania (1:28) ke Galilea adalah 120 km
  • TY tahu Dia harus bertindak bagaimana dan kapan. Jangan mendikte Tuhan dengan cara dan waktu kita.

2. Akan mengalami hal-hal yang lebih besar dari yang kita harapkan (ay. 50, 51)

a. Ini adalah janji Tuhan bagi kita yang “Berada di bawah pohon ara” dengan benar.

b. Ibadah-ibadah kita membuat kita melihat dan mengalami hal-hal yang luar biasa dari Tuhan. Bukan sekedar keluarbiasaan saat kita mengenal Yeshua sebagai Tuhan dan Mesias (Juru selamat) saja atau saat kita lahir baru.

3. Akan hidup berkemenangan (Mik. 4: 4 “dengan tidak ada yang mengejutkan )

a. tidak ada seorangpun yang membuat mereka takut (ketakutan, menggentarkan, mengalahkan

b.TY tahu apa yang kita hadapi dengan hari-hari “di bawah pohon ara” kita , Dia tahu semua harapan dan impian serta aspirasi kita. Dia tahu persis mengapa Natanael memutuskan untuk berlindung di bawah pohon ara.

c. Tetap lakukan kebiasaan “Berada di bawah pohon ara” kita dan nantikan saatnya.

d. Pengalaman hidup di bawah pohon ara membawa kepada pengenalan yang lebih lagi akan TY

PENUTUP

  1. Setiap kita harus “Berada di bawah pohon ara” kita masing-masing
  2. Undang orang lain untuk juga “Berada di bawah pohon ara kita”.
  3. Apapun yang kita alami saat “Berada di bawah pohon ara” tetaplah setia dan tekun dalam keadaan kita.
  4. Jangan tebang “Pohon Ara” kita

05/12/2013 - Posted by | Catatan Kotbah | , , , , , , , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: