KOLEKSI CATATAN KOTBAH

Sahabat Online Pendamping Persiapan Kotbah

KURBAN DAN KORBAN

PENDAHULUAN
1. Dalam Bahasa indonesia kata Kurban dan Korban ini berbeda arti. Kedua” nya adalah kata serapan dari bahasa Arab. Dan mengalami perkembangan arti bila ditulis dengan Kur dan Kor.
2. Dan 2 kata ini begitu berkesan. Karena dalam 2 kata ini dapat memberikan gambaran prinsip Bagaimana beribadah yang berkenan.
3. KBBI KURBAN & KORBAN:
# Kurban:
n 1 persembahan kpd Tuhan (spt biri-biri, sapi, unta yg disembelih pd hari Lebaran Haji): ia menyembelih kerbau untuk –;
2 pujaan atau persembahan kpd dewa-dewa

# Korban:
n 1 pemberian untuk menyatakan kebaktian, kesetiaan, dsb; kurban: jangankan harta, jiwa sekalipun kami berikan sbg –; 2 orang, binatang, dsb yg menjadi menderita (mati dsb) akibat suatu kejadian, perbuatan jahat, dsb: sepuluh orang — tabrakan itu dirawat di rumah sakit Bogor;

Pada umumnya dalam percakapan sehari-hari jelas bahwa kalau Kurban dipakai secara vertikal (ibadah), sedangkan Korban dipakai dalam arti horisontal.

Dua kata ini akan dengan jelas digambarkan dalam ayat Matius 5:23-24 :

Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu (KURBAN) di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau (KORBAN),
tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.

Tuhan sudah menetapkan bagaimana saat kita ibadah itu Dia berkenan atas ibadah kita.

Bagaimana ibadah yang berkenan? Apa yang Tuhan mau saat kita beribadah?
Dengan meminjam 2 kata dlm kamus Bahasa ini (yang umumnya kita Kristen tidak membedakan, hanya kenal Korban), maka
Ibadah yang berkenan Saat BERIBADAH, kita harus: ….

A. MEMBAWA KURBAN
1. Ibadah itu memberi sesuatu kepada Tuhan.
2. Apa yang kita bawa dan berikan kepada Tuhan saat beribadah?:
a. Diri kita
b. Pujian dan Penyembahan
c. Harta milik
3. Ibadah itu jangan dengan tangan hampa, harus dengan pemberian

B. TANGGALKAN KORBAN

1. Saat beribadah harus hidup beres secara Vertikal DAN Horisontal — Kurban kita harus tanpa Korban.
2. Keberatan orang lain atas kita itu menjadi tolok ukur Tuhan berkenan atas ibadah atau kurban kita.
3. Ingat-ingat dan bereskan semua (mungkin) korban-korban kita akibat perkataan, perbuatan atau sikap kita di hari Senin sampai Sabtu.
4. Perasaan dan penderitaan mereka menjadi Doa Teriakannya kepada Tuhan.
5. Mengapa ibadah kita tidak berdampak? Atau kita tidak merasakan kekuatan dari setiap ibadah yang kita lakukan? Mungkin adanya korban kita yang belum kita bereskan, datangi yang bersangkutan dan akui serta minta maaf.

PENUTUP
1. Kita harus membawa Kurban dan tidak “membawa” Korban ketika kita ber-kurban.
2. Tuhan tidak menutup mata dan telinga atas Kurban dan Korban kita. Keduanya harus harmonis.
3. Ibadah itu Vertikal dan Horisontal. Dan ibadah itu setiap saat di hidup kita.
4. Jadi terapkan 2 prinsip ini dalam hidup kita setiap saat.

23/02/2015 - Posted by | Catatan Kotbah | , , , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: